Gedung Juang

Mengenal Lebih Dekat 4 Tempat Wisata Paling Bersejarah Di Bekasi

Mengenal lebih dekat 4 Tempat Wisata Paling  Bersejarah di Bekasi – Kota Bekasi merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat yang dikenal dengan sebutan kota patriot. Nama Bekasi berasal dari kata Chandrabaga, nama sebuah sungai yang melewati kota ini dan tertulis dalam Prasasti Tugu di era kerajaan Tarumanegara. Anda mungkin sering mengunjungi kota Bekasi atau sekedar melewatinya, tapi tahukah anda bahwa bekasi ternyata dapat menjadi destinasi wisata anda dikala luang?

Bekasi memiliki tempat wisata sejarah yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan kota tua di Jakarta. Tak heran Bekasi menjadi salah satu tujuan wisata untuk mengisi liburan singkat oleh warga atau wisatawan sekitar Jabodetabek. Berikut empat destinasi wisata yang dapat anda kunjungi di Bekasi :

Gedung Juang
Gedung Juang 45 di Bekasi (foto Detik)
  1. Wisata Sejarah Gedung Juang ’45 Bekasi

Gedung Juang ’45 atau disebut juga dengan Gedung Tinggi merupakan salah satu destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan anda untuk melakukan wisata sejarah. Tempat ini merupakan saksi perjuangan rakyat Bekasi dalam melawan penjajah. Ditempat ini pula banyak terjadi perundingan dan tukar tawanan antara pejuang dan penjajah.

Gedung juang ini dibangun dalam dua tahap, yaitu tahun 1906 dan 1925, arsitektur khas Eropa mewarnai gedung ini. Tidak jauh berbeda dengan gedung-gedung peninggalan Belanda lainnya, terlihat banyak tiang penyangga berukuran besar dan bermotif bunga yang menjadi ciri khas arsitektur Eropa. Di dalam kompleks gedung juang ini terdapat empat unit bangunan lainnya yang juga dapat anda nikmati.

 

  1. Saung Ranggon

Saung Ranggon adalah rumah panggung kuno yang terletak di kawasan desa Cikedokan, Cikarang Barat. Saung ini berukuran kecil, hanya berukuran 7,6 x 7,2 meter dengan tinggi lantai 2,5 lantai dari atas tanah. Saung Ranggon memiliki 7 anak tangga yang dapat dinaiki untuk mencapai lantai utama. Bagian dalam saung merupakan ruang luas seperti aula, tanpa sekat dan tanpa jendela.

Tempat ini dibangun oleh Pangeran Rangga, anak dari Pangeran Jayakarta pada abad ke-16. Pangeran Rangga membangun tempat ini sebagai tempat persembunyian saat lari dari kejaran Belanda. Saung Ranggon baru ditemukan kembali pada tahun 1821 oleh Raden Abbas. Meskipun saung ini sudah mengalami renovasi beberapa kali, namun bangunan dan ornamennya sebagian besar masih asli.

Klenteng di Bekasi
Klenteng Hok Lay Kiong (foto kompas)
  1. Klenteng Hok Lay Kiong

Klenteng Hok Lay Kiong adalah klenteng tertua di Bekasi yang terletak di Jl. Kenari, Margahayu. Tidak ada yang tahu kapan pastinya klenteng ini dibangun, namun diperkirakan klenteng ini sudah ada sejak 300-400 tahun yang lalu. Tidak berbeda dengan klenteng yang lainnya, warna merah masih menjadi warna dominan dibangunan dan ornamen klenteng ini. Meskipun klenteng ini telah beberapa kali di renovasi, ornamen klenteng seperti pintu, patung dewa, altar dan tiang penyanggahnya masih asli.

Klenteng Hok Lay Kiong memiliki luas 650 meter persegi, selain sebagai tampat sembahyang umat Kong Hu Cu, Budha dan Taoisme, klenteng ini juga menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bekasi. Jika ingin menikmati suasana yang berbeda, cobalah datang di saat perayaan imlek. Saat imlek anda bisa melihat prosesi penyucian patung dewa dan karnaval barongsai, ada juga ritual tabur sial dengan melakukan pelarungan kertas berisi harapan ke sungai Bekasi dan pelepasan kura-kura.

  1. Masjid Jami Al-Hidayah

Salah satu lokasi wisata sejarah sekaligus religi yang tidak boleh dilewatkan adalah masjid Jami Al-Hidayah. Masjid yang terletak di Kaliaban Bungur, perempatan Jl. Kompleks Seroja ini dibangun pada tahun 1935 dan menjadi masjid keramat yang berada di daerah Bekasi. Dulunya masjid ini sangat sederhana dengan satu lantai dan alasnya masih berbentuk tanah. Masjid ini merupakan markas yang dijadikan tempat penggemblengan pemuda Islam untuk melawan penjajah pada zaman dahulu.

Ya, itulah 4 tempat wisata paling bersejarah di Bekasi, kamu sudah siap untuk menikmati wisata budaya ? Semoga bermanfaat

 

(Visited 6 times, 1 visits today)